Restaurant review: "Le Jardin", Kemang
Ulasan restoran: "Le Jardin", Kemang
My evening at Le Jardin was . We waited fifty minutes for a table we had booked a week in advance, which was .
Malam saya di Le Jardin tidak lepas dari insiden. Kami menunggu lima puluh menit untuk meja yang sudah kami pesan seminggu sebelumnya, yang tentu jauh dari ideal.
The waiter, man I have , brought us the wrong wine twice. The duck, when it eventually arrived, was a leather shoe in .
Pelayannya, bukan orang paling perhatian yang pernah saya temui, dua kali membawakan anggur yang salah. Bebeknya, ketika akhirnya datang, teksturnya tak jauh beda dengan sepatu kulit.
To be fair, the dessert was . The mango tart had a base and a filling that was .
Sejujurnya, hidangan penutupnya sama sekali tidak buruk. Tart mangganya punya dasar yang renyah dan isian yang jauh dari mengecewakan.
The bill, at 1.8 million rupiah for two, was . The chef came to our table to apologise, which was , and offered us coffee .
Tagihannya, 1,8 juta rupiah untuk dua orang, agak tergolong mahal. Sang koki datang ke meja kami untuk meminta maaf, sesuatu yang tidak saya duga, dan menawarkan kopi gratis.
Would I return? The coffee, I must admit, was . I might, one day, for dessert only.
Apakah saya akan kembali? Kopinya, harus saya akui, tidak sepenuhnya mengecewakan. Mungkin, suatu hari nanti, hanya untuk hidangan penutup.
Uji pemahaman Anda
+20 XP-
1. Which part of the meal did the reviewer like?
-
2. "The duck was not unlike a leather shoe" berarti ___.
-
3. "The bill was a little on the steep side" berarti ___.
-
4. What did the chef offer?
/
Buat akun gratis untuk menyimpan progres dan mendapat XP dari setiap cerita. Daftar gratis