The last train to Malang had been because of . Doni and Raka sat on a bench at a tiny station, watching the rain.
Kereta terakhir ke Malang dibatalkan karena banjir. Doni dan Raka duduk di bangku sebuah stasiun mungil, memandangi hujan.
"The next one not come until morning," said the . "The tracks are underwater."
"Kereta berikutnya bisa jadi tidak datang sampai pagi," kata kepala stasiun. "Relnya terendam."
Raka . "Of course. It rain on the one night I have a job interview tomorrow."
Raka mengerang. "Tentu saja. Pasti hujannya pas satu-satunya malam sebelum aku wawancara kerja besok."
Doni looked at the empty . "Well, we eat something." There was one warung still open, run by an old woman who believe she had customers.
Doni memandang peron yang kosong. "Ya sudah, sebaiknya kita makan saja." Ada satu warung yang masih buka, dikelola seorang nenek yang hampir tidak percaya ada pembeli.
Over noodles, they talked for hours, about school, about girls they had loved, about Doni's father, who had died the year before. Raka ; at two in the morning, his interviewer emailed to say the office was flooded too.
Sambil makan mi, mereka mengobrol berjam-jam, tentang sekolah, tentang gadis-gadis yang pernah mereka cintai, tentang ayah Doni yang meninggal setahun sebelumnya. Raka sebenarnya tidak perlu khawatir; pukul dua dini hari, pewawancaranya mengirim email bahwa kantornya juga kebanjiran.
"You're get the job anyway," Doni said. "Interviewers love people who arrive ." Raka laughed. "Then I swim there."
"Kamu pasti tetap dapat pekerjaan itu," kata Doni. "Pewawancara suka orang yang datang basah kuyup." Raka tertawa. "Kalau begitu, sekalian saja aku berenang ke sana."
Uji pemahaman Anda
+20 XP-
1. Why was the train cancelled?
-
2. "The bus is gone; we ___ walk."
-
3. "Raka needn't have worried" berarti ___.
-
4. Why didn't Raka's interview matter that night?
/
Buat akun gratis untuk menyimpan progres dan mendapat XP dari setiap cerita. Daftar gratis