Ayu looks at the again. Her flight to Pontianak is . She at the two o'clock.
Ayu melihat papan keberangkatan lagi. Penerbangannya ke Pontianak ditunda. Dia sudah menunggu di gerbang sejak pukul dua.
An old man sits next to her. "How long ?" he asks. "Almost three hours," Ayu . "I the same magazine an hour."
Seorang kakek duduk di sebelahnya. "Sudah berapa lama kamu menunggu?" tanyanya. "Hampir tiga jam," Ayu menghela napas. "Sudah sejam aku membaca majalah yang sama."
The man smiles. "I for forty years. Delays are part of the ." He tells her stories about trains in India and boats in Norway.
Kakek itu tersenyum. "Saya sudah bepergian selama empat puluh tahun. Penundaan adalah bagian dari perjalanan." Dia bercerita tentang kereta di India dan kapal di Norwegia.
Ayu laughs. Her eyes are red. "Have you been crying?" he asks gently. "No," she says. "I well. I too hard lately."
Ayu tertawa. Matanya merah. "Kamu habis menangis?" tanyanya lembut. "Tidak," katanya. "Belakangan ini aku kurang tidur. Aku terlalu keras bekerja."
Finally, the announcement comes. "We are now ." Ayu stands up. "Thank you," she says. "Those were the best three hours of waiting I've ever had."
Akhirnya, pengumuman terdengar. "Penumpang dipersilakan naik ke pesawat." Ayu berdiri. "Terima kasih," katanya. "Itu tiga jam menunggu terbaik yang pernah aku alami."
Uji pemahaman Anda
+20 XP-
1. Where is Ayu flying to?
-
2. "She has been waiting ___ two o'clock."
-
3. "How long ___ you been waiting?"
-
4. Why are Ayu's eyes red?
/
Buat akun gratis untuk menyimpan progres dan mendapat XP dari setiap cerita. Daftar gratis